Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa peradangan kulit seperti gatal dan ruam seolah tak pernah benar-benar hilang meskipun sudah mencoba berbagai macam krim? Masalahnya mungkin bukan pada permukaan kulit Anda, melainkan pada bagaimana sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap lingkungan sekitarnya. Memahami satu faktor tersembunyi yang mengatur pertahanan tubuh Anda bisa menjadi titik balik dalam mendapatkan kembali kulit yang sehat dan bersih tanpa ketergantungan pada obat-obatan kimia yang keras.
Dermatitis adalah istilah medis yang merujuk pada peradangan kulit, yang mencakup berbagai kondisi mulai dari kemerahan, rasa gatal, hingga munculnya lepuh dan pengelupasan kulit. Dr. Berg menjelaskan bahwa meskipun ada banyak nama ilmiah yang terdengar rumit seperti dermatitis atopik, dermatitis seboroik, psoriasis, hingga eksim, semuanya memiliki satu penyebut umum yang sama yaitu reaksi sistem kekebalan tubuh yang tidak terkendali. Sering kali, penderita terjebak dalam penggunaan steroid untuk menekan imun atau antibiotik untuk membunuh bakteri, namun langkah ini justru dapat memicu infeksi sekunder seperti pertumbuhan jamur atau ragi karena merusak keseimbangan mikroba alami pada permukaan kulit. Kulit kita sebenarnya adalah ekosistem luas bagi berbagai mikroba komensal yang hidup berdampingan dengan kita, dan tepat di bawah lapisan tersebut terdapat jaringan pembuluh darah serta saluran limfatik yang berisi sel-sel imun yang siap melindungi tubuh dari penyerbu asing.
Penyebab utama yang sering kali tersembunyi di balik berbagai gangguan kulit ini adalah kekurangan Vitamin D yang bertindak sebagai pengatur utama sistem kekebalan tubuh kita. Berikut adalah beberapa cara spesifik bagaimana Vitamin D bekerja dalam memperbaiki kesehatan kulit secara mendalam:
* Vitamin D mampu menghambat sel mast yang memproduksi histamin sehingga sangat efektif untuk meredakan rasa gatal luar biasa pada dermatitis kontak.
* Nutrisi ini membantu mengecilkan dan menormalkan kelenjar sebasea sehingga mampu mengatur produksi minyak berlebih pada kasus jerawat dan ketombe.
* Memiliki sifat anti-jamur yang sangat kuat yang secara langsung menghambat pertumbuhan jamur dan mencegah pembentukan biofilm oleh mikroba jahat.
* Vitamin D merangsang enzim tertentu yang memproduksi melanin, yang sangat krusial bagi penderita vitiligo untuk memulihkan pigmen warna kulit mereka.
Sangat penting untuk menyadari bahwa kondisi kulit sering kali memburuk selama musim dingin saat paparan sinar matahari berkurang, atau saat tingkat stres sedang tinggi karena hormon kortisol akan menguras cadangan Vitamin D dalam tubuh. Menariknya, beberapa jenis mikroba bahkan secara cerdas dapat menurunkan sensitivitas reseptor Vitamin D pada kulit agar mereka bisa bertahan hidup lebih lama tanpa terdeteksi oleh sistem imun. Selain memberikan efek anti-inflamasi, kecukupan Vitamin D juga sangat berpengaruh pada tingkat hidrasi kulit agar tetap lembap dan tidak mudah kering. Dengan memastikan kadar Vitamin D yang cukup, Anda tidak hanya menutupi gejala di permukaan tetapi juga memulihkan kemampuan alami kulit untuk melindungi dan menyembuhkan dirinya sendiri dari akar masalah.
0:00 Akar penyebab peradangan kulit dan dermatitis
0:45 Memahami berbagai jenis dermatitis dan gejalanya
1:19 Bagaimana sistem imun merespons pemicu kulit
1:55 Dampak negatif penggunaan steroid dan antibiotik
2:42 Vitamin D sebagai benang merah kesehatan kulit
3:34 Manfaat Vitamin D untuk jerawat dan ketombe
4:11 Cara mikroba memanipulasi reseptor Vitamin D
5:32 Pentingnya Vitamin D untuk hidrasi dan melanin
#dermatitis #vitaminD #kesehatankulit #autoimun
Would you like me to find more information on the recommended daily dosage of Vitamin D specifically for autoimmune skin conditions?
Dr. Eric Berg DC Bio:
Dr. Berg, usia 59, adalah seorang chiropractor yang mengkhususkan diri dalam Ketosis Sehat & Puasa Intermiten. Dia adalah penulis buku terlaris The Healthy Keto Plan dan Direktur Dr. Berg Nutritionals. Dia tidak lagi berpraktik tetapi fokus pada pendidikan kesehatan melalui media sosial.
Penafian:
Video ini hanya untuk tujuan informasi umum. Ini tidak boleh digunakan untuk mendiagnosis diri sendiri, dan itu bukan pengganti untuk pemeriksaan medis, pengobatan, diagnosis, resep, atau rekomendasi. Ini tidak menciptakan hubungan dokter-pasien antara Dr. Berg dan Anda. Anda tidak boleh melakukan perubahan apa pun dalam regimen kesehatan atau diet Anda sebelum pertama-tama berkonsultasi dengan dokter dan mendapatkan pemeriksaan medis, diagnosis, dan rekomendasi. Selalu cari nasihat dari dokter atau penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat dengan pertanyaan apa pun yang mungkin Anda miliki mengenai kondisi medis.
source

